Menulis Ya Menulis Saja
Aku memiliki sedikit gangguan tidur. Ada banyak cara yang sudah aku lakukan untuk mengatasi kecemasan yang ada di dalam diriku, salah satunya adalah dengan menulis. Permasalahannya di awal aku tampak bersemangat untuk menulis, namun kemudian aku menjadi terlalu takut untuk menuliskan apa yang aku pikirkan. Padahal saat aku bertemu dengan teman di dunia maya, aku begitu semangat untuk memperkenalkan diri dan menuliskan kisah kehidupanku. Setelah aku mengamati ke dalam diriku bahwa sesungguhnya aku memiliki kecemasan akan hal yang tidak bisa aku kendalikan. Saat aku berkenalan dengan orang lain, aku menceritakan kehidupanku, aku bisa langsung mengenali apa yang mereka pikirkan. Namun saat aku melemparkan tulisan tersebut ke dalam sebuah platform, seperti blog, atau misalnya aku menuliskan di sebuah buku, yang bisa saja buku itu jatuh di tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Ada ketakutan bahwa aku semakin tidak bisa mengontrol kehidupan orang lain yang tidak aku kenali.
Padahal, jika aku kembali kepada niat awal untuk semakin menumbuhkan welas asih dan rasa syukur di dalam diriku, tentu saja sesungguhnya menulis ya udah menulis aja. Mau hasilnya seperti apa, dinilai seperti apa, semuanya akan baik-baik saja. Aku kebanyakan teori bahkan aku seperti meragukan kemampuan menulisku. Padahal aku adalah orang yang cukup bisa menuliskan pemikiran dan memaparkan kondisi. Aku pernah menjadi seorang penulis lepas dimana aku diminta untuk menyelesaikan beberapa artikel di sebuah website. Itu yang sudah terbukti membayarku, aku bahkan masih ada waktu untuk meragukan kemampuanku sendiri. Makin kesini, aku makin menyadari bahwa aku terlalu mengkritik diriku dengan keras.
Mulai saat ini dan seterusnya aku akan bermeditasi dan berdoa agar dapat menuliskan segala yang ada dipikiranku dengan penuh kesadaran. Tujuanku adalah untuk merawat diriku. Dengan aku merawat diriku dengan baik, aku tidak akan membuat orang sekitarku tidak nyaman karena kehadiranku. Ya, aku harus sadar bahwa setiap orang terdekatku memiliki kesibukan masing-masing. Bukankah lebih baik sibuk dengan diri kita sendiri dibandingkan meminta orang lain untuk merawat kita? Kita bertanggung jawab terhadap hidup kita masing-masing. Menulis ya menulis aja, menulis dengan jujur apa yang dirasakan dan apa yang dialami. Menulis dengan jujur apa yang ingin dicapai.
Well, thank you to my best friend which give me recommendation the white noise. I type this article with listening that sound and I just can build deep relationship with myself.
Komentar
Posting Komentar