Postingan

Menulis Ya Menulis Saja

Aku memiliki sedikit gangguan tidur. Ada banyak cara yang sudah aku lakukan untuk mengatasi kecemasan yang ada di dalam diriku, salah satunya adalah dengan menulis. Permasalahannya di awal aku tampak bersemangat untuk menulis, namun kemudian aku menjadi terlalu takut untuk menuliskan apa yang aku pikirkan. Padahal saat aku bertemu dengan teman di dunia maya, aku begitu semangat untuk memperkenalkan diri dan menuliskan kisah kehidupanku. Setelah aku mengamati ke dalam diriku bahwa sesungguhnya aku memiliki kecemasan akan hal yang tidak bisa aku kendalikan. Saat aku berkenalan dengan orang lain, aku menceritakan kehidupanku, aku bisa langsung mengenali apa yang mereka pikirkan. Namun saat aku melemparkan tulisan tersebut ke dalam sebuah platform, seperti blog, atau misalnya aku menuliskan di sebuah buku, yang bisa saja buku itu jatuh di tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Ada ketakutan bahwa aku semakin tidak bisa mengontrol kehidupan orang lain yang tidak aku kenali. Padahal, jik...

Selamat Datang di Blog My First Mindfulness Journey

Siapa pun kamu yang sedang berkunjung di blog ini, panggil aja aku Moy. Ini adalah sapaan akrabku sehari-hari. Ini adalah blog pribadiku, segala apa yang tertulis di blog ini merupakan pendapat dan opiniku secara pribadi. Kamu boleh mengambil sebagian atau seluruh artikel di blog ini tanpa ijin padaku jika membutuhkan. Aku dengan senang hati berbagi karena mengetahui bahwa apa yang kutulis ini bermanfaat bagi orang lain. Sebenarnya aku cukup sering menulis blog, namun tidak pernah konsisten, karena aku merasa ingin sekali blog ku diterima di Adsense. Tapi ntah kenapa hal itu malah membuatku semakin lelah dan gagal membangun habit konsistensi untuk menulis. Awal terpikir untuk membuat blog ini dengan judul "My First Mindfulness Journey" adalah saat istirahat siang di kantor, aku merasa ada sisi kehidupanku yang kehilangan keseimbangan. Menulis, mengeluarkan isi pikiran, akan membantuku untuk menjadi seimbang. ada banyak hal yang memang tersimpan di dalam pikiranku, sehingga ta...